Assalammualaikum warachmattulahhiwabarokatuh !
Cerita tutur tentang H. Depati Kuris Notoyudo, Pasirah Kepala Marga Gunung Meraksa Lintang 4 Lawang ini dikumpulkan dan disunting, serta rencananya akan dibukukan oleh Almarhum H. Muhammad Noerdin Pandji, sewaktu beliau kembali ke Pendopo tahun 1996. Usaha ini merupakan ungkapan rasa hormat dan bhakti, serta untuk melestarikan cerita perjalanan hidup Nenenda / Puyang Kuris agar anak-cucu keturunannya dapat mengetahui dan mengambil hal-hal yang baik untuk diteladani dalam hidup dikemudian hari, dan tidak perlu menonjolkan hal-hal yang dipandang tidak baik, dan tidak patut diteladani.
H. Muhammad Noerdin Panji adalah salah seorang Cucu dari H. Depati Kuris Notoyudo yang lahir pada 3 Nopember 1924 di Gunung Meraksa Kecamatan Pendopo Kabupaten Lahat ( sekarang Kabupaten Empat Lawang ). Noerdin adalah putera H. Pangeran Ibrahim dari Gunung Meraksa. Hj. Fatimah Isteri Noerdin Panji adalah puteri Pangeran Abdul Hamid dari Sekayu, Ibukota Marga Menteri Melayu di Kabupaten Musi Banyuasin. Noerdin Pandji wafat dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir – Jakarta pada tanggal 5 Juli 1998. Oleh karena itulah, diperkirakan niat membukukan cerita tentang Puyang Kuris ini belum sempat dilaksanakan, dan diharapkan melalui situs ini Cerita Puyang Kuris dapat dibaca, serta menjadi salah satu media komunikasi dan alat untuk memperekat dan pemersatu seluruh anak-cucu keturunannya.
Kuris lahir pada tahun 1850an di Dusun Gunung Meraksa daerah Lintang Empat Lawang, hulu Sungai Musi di Sumatera Selatan ( kalau sekarang di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang ). Sewaktu remaja, Kuris muda ikut membantu memelihara sapi-sapi milik Depati Kecik, Pasirah Kepala Marga Gunung Meraksa, yang adalah saudara sebapak lain ibu-nya. Kuris menikah dengan Majedah, yang dalam cerita ini disebut dengan panggilan Nek Wo, dari dusun Lampar yang terletak di tepi Sungai Musi dan di hilir muara ayiek ( sungai ) Lintang. Karena kawin dengan Nek Wo Majedah, Nek Kuris menetap di dusun Lampar dan membuka kebun kopi di Cogong Temedak – Bukit Balai. Karena ridho Allah semata, dan berbekal semangat, sikap-perilaku, perbuatan dan perkataan, serta jiwa kepemimpinan yang bijak dan adil, Nek Kuris dan Nek Wo menuai sukses di Bukit Balai.
Cerita sukses Bukit Balai inilah yang mengubah hidup Nek Kuris, dari orang biasa menjadi Pasirah Kepala Marga, dengan nama lengkap Haji Depati Kuris Notoyudo. Beliau mulai menjadi Pasirah Kepala Marga Gunung Meraksa, Lintang 4 Lawang pada tahun 1887. Selama menjadi Pasirah, beliau telah membangun Siring Agung, yaitu saluran irigasi yang mampu mencetak dan mengairi sawah seluas tigaribu hektar, yang menjadikan warga Gunung Meraksa dan sekitarnya berkehidupan lebih baik. Selain itu, Nek Kuris juga memindahkan ibukota marga dan membangun masjid di hadapan seberang jalan rumahnya di dusun Gunung Meraksa ( baru ) – Pendopo. Beliau wafat pada tahun 1929, dan dimakamkan di halaman depan Masjid Gunung Meraksa.
Pengantar ini kami tutup dengan permohonan maaf kepada Saudara-saudara, Bapak / ibu, keluarga dan handai-tolan, jika ( pasti ) terdapat kekeliruan atau kesalahan. Untuk itulah sekaligus diharapkan masukkan dan saran serta pendapat guna kebaikkan kita bersama.
Sekali lagi, Mohon maaf, karena situs ini masih dalam pengolahan, masih terus mengumpulkan data dan informasi, maupun photo-photo lamo. masih perlu penataan layout. Silsilah jak Puyang Kedum sampai generasi Kuris kelima, masih dalam pengetikan.
Oktober 25, 2007 pukul 8:21 pm |
Assalamualaikum, aku menyambut gembira atas dibuatnya situs ini. Mudah-mudahan keteladan Puyang Kuris dapat diwarisi anak-cucu dan seterusnya.
Oktober 26, 2007 pukul 11:27 am |
Adinda Abdul Madjid yang terhormat, Terima kasih atas kunjungannya ke situs Puyang Kuris kito. Dengan kemampuan yang Adinda miliki, Aku berharap kita bisa sama-sama mengembangkan media ini, dan direncanakan kalo ada kesempatan belanju ke Lintang kita kumpulkan informasi, photo dan peta, serta bahan-bahan lainnya guna melengkapi dan menambah materi situs puyang ini, ok. Wassalamualaikum wr.wb.
Januari 15, 2009 pukul 10:37 pm |
kepada Bpk. Abdul majid Yth. salam sesamo jemo lintang. senang nian dapat sejarah puyang jemo lintang. aku ni nak muat silsilah jak di dusun nyeraman pendopo. dari catatan sumber. puyang Kedum bersaudara dengan puyang ketib (mat husin) di nyeraman pendopo. kebilo nak nampilkan materi situs puyang kedum ini. kelo aku kirim kan pulo materi silsilah jak puyang ketib. namo Lu riduan Bin Ibrahim bin Mat jais Bin Pangeran Jekiah (ado yang nyebut Jebiah) bin Pangeran Meranom Bin….???? sampaike puyang ketib. semoga ini awal dari tersambungnya tali silaturahim yang putus dari cucu cicit peranakan jemo lintang yang telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. email ku Di Ibrahimriduan@yahoo.com
Mei 27, 2011 pukul 5:52 pm |
sebelumnya mohon maaf, menurut saya datanya masih jauh dari akurat ..
saya akui ini sangat baik, bisa tau satu sama lain. tapi alangkah sayang dan kecewanya keturunan2 yang tidak anda sebutkan …
saran saya, perbaiki n revisi lagi, carilah data yang lengkap dan benar