Zuriat Kepuyangan KEDUM

SILSILAH : Keturunan/Zuriat Kepuyangan dari dusun Gunung Meraksa dan sekitarnya.

Mulai berasal dari :

PUYANG KEDUM

Beliau ini, siapa nama aslinya dan darimana asal kedatangannya, tidak diketahui dengan pasti, sebab tidak ada tanda-tanda bukti yang tertulis. Hanya lazim menurut cerita-cerita yang disambut dari mulut ke mulut oleh anak cucu beliau turun temurun.

Cerita-cerita itu adalah dugaan-dugaan saja, seperti :

a. Ada yang menduga datangnya dari bahagian mula-mula asal tersebarnya Agama Islam, yaitu dari Demak, Jawa Timur sebab dari sinilah terkembangnya Agama Islam keseluruh pelosok Nusantara ini. Masa itu, Demak dikuasai oleh Raden Fattah, Penganjur dan Penyebar Agama Islam disamping menjadi Raja.

b. Ada yang menduga kedatangan beliau ini dari bahagian Tanah Arab.

c. Ada pula dugaan datangnya dari Gujarat, Hindia Muka. Dugaan ini menurut saya, ada kemiripan kebenarannya, sebab menurut sepanjang sejarah, dari Gujarat inilah disebar Muballigh-muballigh Islam keseluruh jazirah Asia Tenggara dan beliau ini adalah seorang diantara beberapa banyak muballigh itu, ternyata pula dengan barang-barang yang dibawa beliau, berupa :

1. - Sebuah Kitab Suci Al-Quran ukuran besar, berkulit hitam, bertulisan tangan. Karena kulitnya hitam, disebut anak cucu beliau Qur-an Kumbang.

- Sebuah pula yang kecil.

2. Sebatang tongkat dari besi.

3. Selembar baju Jubah pakaian beliau, dasar merek ada bertuliskan Dua Kalimat Sjahadat.

4. Satu badong (kepala ikat pinggang) dengan tulisan huruf Arab : “ISKANDER ZULKARNAIN”.

5. Sebuah nampan dan sebuah bokor dari kuningan, dikira untuk tempat nasi dan air.

6. Satu selendang dari kain kuning, tanda kebesaran (pemerintah) lagi zaman dulu, atau sebagai tanda menjadi Wazir.

7. Satu Cap/Stempel dari tembaga/perunggu dengan kata-kata : “SULTHON IBNU SULTHON ISKANDER ZULKARNAIN SIMAHARJA DIRAJA SJAH ALAM”.

8. Satu lembar surat/piagam dengan tulisan Arab, mirip berupa Azimat dan dipinggirnya ada noot berbunyi : ALHAMDULILLAHI SULTHON IBNU SULTHON ISKANDER ZULKARNAIN. INILAH KESARAN DAULAT YANG SETIA DENGAN TUANKU HUJUNG LAJU KEPADA ANAK CUCUNG HAMBA DAN JANGANLAH DISIA-SIAKAN ADANYA DAN (tidak terbaca) … tamat.

Berdasarkan barang-barang ini serta Sulthon Iskander Zulkarnain masa dulu memang pernah menguasai Hindia (India) seluruhnya, mantaplah rasanya kedatangan beliau ini dari Gujarat tersebut.

Dari barang-barang bawaan Puyang Kedum ini, diantaranya sudah ada yang rusak dan hilang, maka yang ketinggalan lagi sampai sekarang masih ada tersimpan oleh anak tertua dari zuriatnya (Jurai Tuo), yaitu sekarang Sdr. HAJI MUGHNI bin HAJI ABDUL MUROD, Penghulu marga Kejatan Mandi Lintang dusun Gunung Meraksa Lama. Yaitu barang-barang :

1. a. Kitab Suci Al Quran ukuran besar (Qur-an Kumbang).

b. Kitab Suci Al Quran ukuran kecil.

2. Nampan dan bokor dari kuningan.

3. Tongkat besi, sekarang dipakai untuk tongkat Khatib membaca Khotbah tiap-tiap hari Jum’at atau Hari-hari Raya Islam.

4. Surat atau Piagam yang bertulis huruf Arab berupa Azimat.

Yang lain-lain sudah rusak dan hilang.

Puyang Kedum ini, beristri orang dari dusun Talang Padang, daerah pesisir Bengkulu, dan hanya ada anak seorang, nama :

PUYANG KEDUM MUDA

Puyang Kedum Muda ini, nama aslinya tidak juga diketahui, juga tida banyak cerita tentang beliau. Anaknya Puyang ini, juga hanya seorang, nama :

PUYANG KEDUM JENAT (JUNET)

Puyang Kedum Jenat ini, sebagaimana orang tuanya juga, hanya ada anak seorang bernama :

ZAINUDDIN

Lazim disebut dengan panggilan “PUJANG DEPATI”. Beliau inilah yang mula-mula menjadi Kepala Dusun berkedudukan di dusun Pandan Dalam. Kepala Dusun atau Gindo, masa itu bergelar Depati, maka itulah sebabnya dipanggil Puyang Depati. Waktu itu di dusun Pandan Dalam masuk wilayah marga Kejatan Mandi di Musi, dengan Pasirahnya di dusun Tanjung Raya.

Puyang Depati mendapat 3 orang anak, yaitu :

1. Perempuan nama BARIA

2. Perempuan nama MAHERA

3. MUHAMMAD ALI HANFIAH

Anak-anak beliau ini, mula-mula yang berkembang biak, yaitu :

1. Perempuan BARIA, adalah dukun besar dan zuriatnya yang terbanyak di dusun Tanjung Dalam.

2. Perempuan MAHERA, bersuami dan tinggal menetap menjadi kepuyangan orang daerah Kikim. Zuriatnya terdapat di dusun Saung Naga, Jajaran, bahkan di seluruh daerah Kikim.

3. MUHAMMAD ALI HANAFIAH

Beliau menggantikan orang tuanya sebagai Gindo/Kepala Dusun Pandan Dalam, dan lantaran kebijaksanaan ia memerintah serta patuh pada atasan, yaitu Pangeran Tanjung Raya yang pada masa itu sebagai Kepala Marga Kejatan Mandi Musi adalah PANGERAN RAISINA gelar PANGERAN KOTONG, maka Puyang Muhammad Ali Hanafiah ini diangkat oleh Pangeran Raisin sebagai Pembarap dari marga Kejatan Mandi Musi.

Di belakang hari Pembarap Muhammad Ali Hanafiah ini, besar pula jasanya terhadap Sunan Palembang (tidak dinyatakan Sunan Mana yang memerintah masa itu, tetapi boleh jadi Sunan Akhmad Najamuddin I, sebab beliaulah yang mula-mula dipanggil dengan nama Sunan sedang sebelum dan sesudahnya masih nama Sulthan kecuali Sunan yang penghabisan (Sultan Makhmud Badaruddin II) kira-kira diantara tahun 1753-1778)

Atas jasanya ini, oleh Sunan, Pembarap Muhammad Ali Hanafiah dianugerahi :

a. Gelar “PANGERAN ADU PATI” berarti pembalas jasa.

b. Marga Kejatan Mandi Musi dipecah dua, sebahagian sebelah Air Musi masih tetap dikuasai oleh Pangeran Kotong Tanjung Raya dan sebahagian sedari Muara Air Lintang ke hulu, dikuasakan kepada Pangerang Adu Pati untuk memerintahinya. Tanjung Raya dinamakan marga Kejatan Mandi Musi dan Pandan Dalam dinamakan marga Kejatan Mandi Lintang.

Tidak lama sesudah ini, dusun Pandan Dalam oleh Pangeran Adu Pati dipindahkan ke antara muara Air Lintang Kanan dan Air Bajau dan diberi nama MUARA BAJAU.

Pangeran Adu Pati ada 16 orang anak dari 6 orang isterinya, yaitu :

A. Anak isteri pertama orang dari dusun Muara Semah :

1. PERENTA

2. ZAINUDDIN

3. NAROJA

B. Anak isteri kedua orang dusun Batu Cawang :

4. KAMARUDDIN

5. JEMODIN

6. JEMBAWAN

C. Anak isteri ketiga orang dusun Landur :

7. JAMALUDDIN

8. BANGSAWAN

9. SAWALUDDIN

10. SETIAWAN

D. Anak isteri keempat orang dari dusun Lubuk Puding :

11. LEMBANG (mati bujang)

12. MASTINI

E. Anak isteri kelima orang dari dusun Manggilan :

13. SEDA

14. TENGGENA

F. Anak isteri keenam orang dari dusun Manggilan juga :

15. ALI

16. ….. (mati kecil)

Keturunan ZAINUDDIN

Zainuddin menggantikan orang tuanya sebagai Pasirah marga Kejatan Mandi Lintang dengan gelar “PANGERAN AJI”. Beliau memerintah dalam masa Sulthon Mahmud Baha’uddin sampai turunan kepada anak Sulthon itu Sunan Mahmud Badaruddin II, dan pada tahun 1814 Palembang mulai diserang dan akan direbut Belanda, maka Sunan minta bantuan dari Pangeran Aji untuk mempertahankan kota Palembang. Beliau datang membantu dan duduk memerintah di Palembang kota seberang ulu.

Berhubung menurut firasat beliau bahwa Palembang tidak dapat dipertahankan sebab ada perpecahan di antara Pejabat2 Kesultanan, apalagi persediaan obat bedil (mesiu) sudah habis. Maka sebelum Palembang kalah beliau minta izin dari Sunan, akan kembali ke Uluan, terutama akan pergi ke bukit Kabah, guna mencari (membuat) mesiu disana, dan menurut kenyataan, memang belum lama kota Palembang ditinggalkannya, Palembang dapat direbut oleh kekuasaan Belanda, yaitu pada hari Ahad tanggal 22 Remodhon 1236 H, atau tanggal 1 Juli tahun 1821 M.

Puyang Pangeran Aji pulang ke dusun MUARA BAYAU, dan terus memerintah sebagai Pasirah sampai tahun 1845. Masa inilah dusun Muara Bayau dipindahkan pula ke dusun Gunung Meraksa Lama sekarang.

Beliau ada anak 11 orang dari 5 orang isteri, yaitu :

a. Isteri pertama dari dusun Muara Danau, anaknya :

1. ABUBAKAR (BAKAR)

2. USMAN (SEMAN)

3. NERODDIN

4. NABIMA

5. ALIMA

b. Isteri kedua dari dusun ….., anaknya :

6. NASUT

7. MENJIDIN

c. Isteri ketiga dari dusun Tanjung Dalam, anaknya :

8. MUKMIN

d. Isteri keempat dari Palembang (tidak ada anak)

e. Isteri kelima dari dusun Lambung Ijuk Rejang, kawin pada masa pergi ke bukit Kabah cari mesiu, anaknya :

9. JAIPA

10. SAIPA

11. SERIMA

Keturunan NERODDIN

Dalam tahun 1845 yaitu setelah 24 tahun Belanda menduduki Palembang, serdadu-serdadu Belanda dengan dikepalai oleh Kapten De Brauw dan Assistant Resident Van de Bosch, mudik ke Uluan Palembang, guna memerangi daerah-daerah yang masih melawan seperti dari daerah Musi Ulu, Lintang dan lain-lain. Terjadi peperangan di lembak dusun Gunung Meraksa Lama. Dalam peperangan ini semua serdadu Belanda habis tewas, hanya tinggal lagi 2 orang Belanda tersebut, datang pada Pangeran Aji minta perlindungan. Karena merasa kasihan, oleh Pangeran Aji, disuruhnya anaknya Neroddin, yang telah beberapa tahun menjabat Pasirah selama ditinggalkan Pangeran Aji ke Palembang dan bergelar PANGERAN MUDA, untuk mengantarkan 2 orang komandan Belanda tersebut pulang ke Tebing Tinggi dengan rakit.

Oleh Belanda, Pangeran Muda ditetapkan menjadi Pasirah marga Kejatan Mandi Lintang berkedudukan di dusun Gunung Meraksa Lama dengan gelar dari Belanda : “PANGERAN NATA YUDA”. Maka tetaplah beliau memerintah sampai tahun 1872.

Beliau ini ada anak 16 orang dari 8 orang isteri, yaitu :

a. Anak isteri pertama dari dusun Muara Danau :

I. Hajjah Raipah

II. Ahmad

III. Mengkamat

IV. Maleha

V. Alis

b. Anak isteri kedua dari dusun Karang Are :

VI. Haji Abdul Azis (Ajis)

c. Anak isteri ketiga dari Muara Pinang :

VII. Haji Abib

VIII. Haji Jainudin

IX. Haji Abdul Rahman Dung

d. Anak isteri keempat dari Gunung Meraksa Lama :

X. Rahayu

XI. Haji Setur

e. Anak isteri kelima dari Muara Lintang :

XII. Haji Koris

XIII. Hajjah Jening

f. Anak isteri keenam dari dusun Muara Karang :

XIV. Haji Abdul Manaf

g. Anak isteri ketujuh dari dusun Landur :

XV. Bedullah

h. Anak isteri kedelapan dari dusun Manggilan :

XVI. Satip

( Disalin / diketik ulang oleh Adinda Marliana Mahida / Ida Uki di Komperta Plaju,  dari  NASKAH ASLI  Zuriat Kepuyangan Kedum yang dibuat oleh Pamanda / Wak Cek Aziz )

50 Tanggapan to “Zuriat Kepuyangan KEDUM”

  1. arif Says:

    mengenai puyang kedum kami dari muara danau nak nanyo siapo buyut kami ini yang neikah dengan depati kader karena istri depati kader ini jemo gunung merakso dio masih keturunan puyang kedum ado nyo tau nedo sipao buyut kami ini

  2. arif Says:

    kalu nedo salah dio masih ading Murod keturunannyo wak Mughnie

  3. Abdul Madjid Says:

    Amon nak ngeruani osoran lok itu, kaban harus ke Dusun Tuo (Gn. Merakso Lamo) betanyo ngan jemo tuo-tuo di situ, maseh banyak jemo tuo nyo keruan atau hafal garis keturunan.

  4. arif Says:

    aku melhat silislah sunan gunung jati yang berasal dari keturunan dari azhamat kan apakah puayng kedum ini sama dengan keturunan sunan yang juga berasal dari india yang bergelar khan karena ternyata nama puyang kedum ini belakangnya sulthaon Iskandar zulkarnaen khan kalau memang berarti dia masih ada silislah dengan sunan2 yang di jawa

  5. Abdul Madjid Says:

    Kemungkinan itu ado mengingat Puyang Kedum ngan Sunan Gunung Jati samo-samo penyebar islam di Nusantara. Lagi pulo keduonyo samo-samo memiliki Al Quran tulis tangan.

  6. Herolint T.A Azhary Says:

    tolong ditulis yang benar mengenai sejarah gunung meraksa. kami keturunan Radja Tiang Alam Gunung meraksa ( masiun) bin jemuddin bin ali Hanafiah bin Zainuddin. yang mati matian berperang dengan belanda. jelas ditulis dalam laporan Expedisi Belanda ke palembang (gunung meraksa) 1812-1889. laporan itu ditujukan kepada Ratu Belanda. Disitu dengan jelas dituliskan ada dua perang hebat yg banyak menghabiskan tentara &logistik belanda. perang dlm menumpas sultan palembang. dan perang dlm menumpas Radja Tiang Alam gunung meraksa. 1856 Gunung meraksa ditaklukkan Belanda, Radja Tiang Alam ditangkap. dibawah ke palembang lalu di adili di batavia, 1858 Radja Tiang Alam di asingkan ke Sala Tiga jawa tengah. jd tolong diluruskan ini sejarah buat anak cucuh kita, sejarah jngn di manipulasi.

  7. Rizal Mukhtar Says:

    Herolint T.A Azhary Yang terhormat,

    Pertama-tama disampaikan terimo kasih la nyubuk dan atas komentar di situs ini, dan Salam persaudaraan.

    Keduo, tulisan-tulisan ini bukan secara khusus menulis tentang sejarah Gunung Merakso, utamonyo lebih ke cerito tentang Puyang Kuris.

    Ketigo, diujung cerito setelah peristiwa Gunung Merakso ditaklukkan Belando (1856), dalam keadaan damai seperti sekarang ini, Puyang Kuris yang mulai menjadi Pesirah Kepala Marga Gunung Meraksa Tahun 1887 ( disebutkan dalam Pengantar Penyunting), ngalihkan Rumah atau dusun ke Gunung Merakso Baru. Kerno terkait dengan jabatan beliau sebagai Kepala Marga, maka pemerintahan marga juga pindah ke Gunung Merakso (Baru) yang sekarang ini.

    Keempat, sebelas paragraf / alenia awal dalam bagian 15 situs ini (Benteng) merupakan ilustrasi Perlawanan Rakyat Gunung Merakso {memang tidak menyebutkan yang dipimpin oleh Radja Tiang Alam (Masiun), dan sungguh ini kerno ketidak-tahuan semata} dan menggambarkan keadaan paska perang. Dalam 11 paragraf tersebut tidak sekalimatpun menyebutkan keterlibatan Puyang Kuris.

    Kelimo, dengan tambahan informasi dari Saudara ( sekali lagi terima kasih), dengan senang hati akan ditambahkan tentang Radja Tiang Alam (Masiun), dan pada kalimat pertama di Alinea ke12 akan ditulis ; Setelah menjadi Kepala Marga Gunung Merakso pada Tahun 1887, dan dalam keadaan damai seperti sekarang ini, . . . . . dan seterusnya.

    Keenam, Jadi dengan alur-waktu seperti ini sungguh tidak mungkin Puyang Kuris terlibat dalam Perang Gunung Merakso, dan dari silsilah di atas menunjukkan Radja Tiang Alam (Masiun) adalah Paman / Mamang dari Puyang Kuris. Informasi yang ado menyebutkan bahwa Puyang Kuris lahir sekitar tahun 1850an

    Ketujuh, sekali lagi saya mohon maaf, dan tidak terlintas untuk memelintir sejarah Gunung Merakso ( tulisan yang ado ini sekedar becerito tentang Puyang), dan terimo kasih atas komentar dan tambahan informasi. Sekaligus minta tolong seandai o ado tulisan tentang Puyang Radja Tiang Alam (Masiun) dan Cerito kepahlawanan / Perlawanan Gunung Merakso yang bisa ditambahkan, dan atau ditautkan dengan situs ini untuk di-link dalam Daftar Blog.

    Salam jak Rizal Mukhtar.

  8. helmi Says:

    apakah iskandar zulkarnaen alamsyah ada kaitannya dengan sigentar alam atau parameswara kah…..

  9. arif Says:

    aku punyaa buku bahkan aku punya dua mengenai Raja tiang Alam yang aku tau di buku raja tiang alam itu merupakan paman dari pangeran muara pinang mana yang benar karena ini yang aku dapat dari buku sejarah yang ditulis juga selain dari pangeran pagaralam juga ditulis oleh orang belanda coba ditelusiri siapa raja tiang alam ini karena ini membuat bingung

  10. arif Says:

    kalau nak baco coba tentang buku sejarah pasemah sindang merdika tahun 1821-1866 disitu jelas siapa raja tiang alam itu terima kasih disini yang menulis kamil mahruf, nanang s soetadji, djohan hanafiah yang saya tahu raja tiang alam itu paman dari pangeran muara pinang

  11. arif Says:

    didalam buku ini dituliskan bahwa raja tiang alam merupakan paman dari pangeran muara pinang yang memang setelah masa kesultanan ahmad najamuddin telah memberontak menuntut daerah mepat lawang menjadi daerah bebas seperti sindang merdika, raja tiang alam dilindungi oleh suku semidang yang notabene merupakan muara pinang yang juga berasal dari puyang semidang jadi mana yang benar sejarah apa melihat dari omongan orang saja

  12. arif Says:

    iskandar zulkarnaen alamsyah merupakan nama puyang kedum sedangkan sigentar alam atau sang sapurba raja2 terakhir sriwijaya sedangkan parameswara merupakan cucu dari sigentar alam dari anak sang nila utama. sang nila utama inilah merupakan bapak dari parameswara yang merupakan sultan malaka dan merupakan pendiri kerajaan malaka. adapun sgentar alam/sangsapurba mempunyai anak 3 yaitu :1. sang nila pahlawan anak pertama ini menjadi aja di pagaruyung
    2. sang nila utama anak kedua ini menjadi raja di bintan/riau menurunkan anak parameswara yang merupakan raja dari kesultanan dari malaka
    3. pandita beliau ini tidak tahu ditempatkan dimana terima kasih

  13. fahmi Says:

    iskandar zulkarnaen alamsyah merupakan nama puyang kedum sedangkan sigentar alam atau sang sapurba raja2 terakhir sriwijaya sedangkan parameswara merupakan cucu dari sigentar alam dari anak sang nila utama. sang nila utama inilah merupakan bapak dari parameswara yang merupakan sultan malaka dan merupakan pendiri kerajaan malaka. adapun sgentar alam/sangsapurba mempunyai anak 3 yaitu :1. sang nila pahlawan anak pertama ini menjadi aja di pagaruyung
    2. sang nila utama anak kedua ini menjadi raja di bintan/riau menurunkan anak parameswara yang merupakan raja dari kesultanan dari malaka
    3. pandita beliau ini tidak tahu ditempatkan dimana terima kasih

  14. Herolint Says:

    ASS. saudara arif, sebelum Puyang Radja tiang alam(masiun). terpublikasi seperti sekarang. sejak nineng2 kami dulu sdh tau cerito ini, tentang keganasan puyang RTA membantai belanda. klu di dusun tuo jolokan o Paksiun, binio jemo nalo. dan kami punya manuskrip yg asli dari negeri belanda masih bertuliskan ejaan belanda lama. tentang perang di palembang& dipedalaman, bukan dari buku2 saduran lokal atau pun saduran2 lain. kalu nak jelas tentang puyang Radja tiang alam datang ke alamat kami. puncak sekuning Jln timor no 199, PLG. dngn bpk Azhary H Surest, cucu generasi ke 6 dr puyang RTA. dan tdk ada satu pun penulis itu org G Meraksa yg kmi kenal. dr manuskrip itu sangat tegas di tulis. belanda datang dr tebing tinggi merepet tebing tematang kambing, dan mendapat perlawanan keras dr benteng gunung meraksa yg dipimpin oleh Puyang Radja Tiang Alam, tentunya anak cucu dr puyang Kedum G Meraksa. setelah 4 lawang kalah, br belanda masuk ke pasemah. jasa2 puyang RTA dulu tidak pernah di kenang, tidak ada satu pun masyarakat lintang yg mengenal tentang beliau selain peranakan beliau langsung. bahkan sampai skrng pun org ber tanya2 siapa Radja Tiang Alam. setelah buku2 yg dibuat barulah org2 tau. bahwa lintang Empat Lawang memiliki tokoh kepahlawan. Wassallam

  15. fahmi Says:

    assalamualaikum bukan saya menyangkal tetapi ini bukan sejarah asal2an yang mana sindang merdike ini ditulis oleh seorang pangeran dari pajar bulan dan itu sudah tetera mengenai sejarah Raja tiang alam jadi tidak mungkin sejarah itu melenceng jika tidak ada bukti2 kuat yang saya tahu Raja tiang Alam itu berasal dari muara pinang dan merupakan paman dari pangeran muara pinang beliau memang pernah berperang di gunung merakso tetapi bukan dari keturunan puyang kedum jika masih belum paham coba baca sejarah. beliaudilindungi oleh suku semidang karena dekat dengan semidang dan juga tidak mungkin kesultanan palembang salah dalam menamakan orang terima kasih

    • Zulhadi Rusli Gumai Says:

      Saudara Fahmi,..Benar apa yang di katakan oleh Pamanda Rizal Mukhtar tersebut ada baiknya kita buka Forum Diskusi Tentang Sejarah Kepahlawanan Raja Tiang Alam…agar kepahlawanan Raja Tiang Alam diketahui secara Nasional dan dapat kita usulkan menjadi Pahlawan Nasional,…Milu begabung aku dewek piut dari Pangeran Majid ( marga Lintang Kanan Suku Muara Danau ) dimana Pangeran Majid sendiri merupakan sepupu dari Pangeran Halik ( marga Lintang Kanan Suku Muara Pinang ),dan beliau juga adalah mertua dari Depati Yasin ( eks. Pasirah Kejatan Mandi Lintang / Gunung Meraksa ), sedangkan marga Semidang ( Empat Lawang ) sendiri pusat marganya di desa Seleman ( tertulis dalam buku “Rejang” tulisan Prof. Abdullah Siddik.Mengenai apakah Raja Tiang Alam masih keturunan Puyang Kedum atau bukan ada baiknya kita pelajari bersama2 melalui sebuah diskusi ilmiah tentang 4 Lawang ? Bagi saya tidak terlalu mengherankan jika Raja Tiang Alam dilindungi oleh Lampik Empat dan Suku Semidang di tanah Pasemah dan orang – orang Rejang Musi di Muara Kelingi, karena saya sendiri mempunyai hubungan geneologis bukan sekedar hubungan emosional dengan suku Semidang di Tanah Pasemah,suku Gumai, Tanjung Sakti dan Rejang Musi ( Musi Rawas)

  16. fahmi Says:

    mana mungkin lampik empat suku di pagaralam melindungi Raja tiang alam kalau tidak ada hubungan emosi yang mana suku semidang ada di pagaralam juga jadi saya mohon coba baca dulu karena takut kesalahan mengenai suku semidang merupakan suku yang berada di lintang empat lawang yang mana terdapat sepulluh dusun adapun dusun2 tersebut muara pinang ,seleman,lubuk ulak , talang benteng DlLyang mana disebut lintang kiri jadi itu sangat jelas ditulis siapa Raja tiang alam maaf bukan saya mau berdebat cuma ini meluruskan sejarah memang ada perjuangan orang lintang tetapi juga harus diperjelas siapa orang ini baca2 juga tulisan pangeran fajar bulan /pangeran temenggung tulisan jenderal de braww DLL

  17. fahmi Says:

    saya ingin menulis mengenai laporan tentara belanda dalam buku wapenfeiten van het nederlandsch indische leger anbtara tahun 1816-1900 (fakta-fakta perang dari tentara hindia belanda antara tahun 1816-1900 terbitan koninkliijke nederlandsche bock en kunsteandel M. M couve,s gravenhage 1901-1902
    Hall 225 Didataran tinggi Palembang telah terjadi kesukaaran lagi dan ketika overste brauw, pahlawan dari bali diangkat menjadi residen di palembang dan juga menjadi komandan militernya dilihatnya bahwa diantara rakyat telkah terjadi sesuatu yang mencurigakan. Setelh sekitar tebing tinggi terjadi kerusuhan di memutuskan untuk bergerak kesana,namun hanya disertai dengan pasukan yang sedikit. Dia ingin memperlihatkan bahwa de brauw hanya melakukan perjalanan dinas biasa untuk memeriksa suatu daerah dan CA Brauw memluai perjalannya pada tanggal 7 juni 1851 .
    Pimpinan Palembang yang merupakan menantu daru sultan yang dibuang (mahmud badaruddin II) tidak percaya , diamapat lawang seorang Raja Tiang Alam yaitu petualang telah menghasut rakyat untuk memberontak di ujong Ali para pemberontak telah memperkuat diri . Kapten meijer dengan 160 bayonet ,300 kuli dan 2mortir pergi kesana dan de Brauw ikut dalam rombongan ini . perjalanan dilakukan melalui jalan yang sangat sukar, memalui hutan belantara . setelah melalui sungai Musi datanglah utusan dari Raja Tiang Alam disertai keponakan nya Pangeran MUara Pinang menyongsong rombongan ini untuk mrnyatakan kesetiaannya , debrauw mengatakan pada mereka bahwa dia akan menerima kedua pimpinan ini di gunung merakso. Keesokn harinya perjalanan dilanjutkan yang diterima oleh pangeran Haji yang dianggap sebagai teman belanda terdengar suara paripa putra pangeran ini akan menerima kita didusunnya.

    • athirah Says:

      ass…pak fahmi.apakah yg dimaksud puyang temenggung adalah yg ada di ds fajar bulan kec fajar bulan.{lahat} tk

  18. fahmi Says:

    tetapi kenyatannya bahwa Raja tiang Alam meberontak lagi, disinilah perang Gunung merakso terjadi jadi ini bukan saduran kalau mau saya jelaskan sangat panjang sekali terima kasih

  19. abdul madjid Says:

    Amon data sejarah tentang Puyang Raja Tiang Alam lengkap, sebaik o kito nyusun buku supayo sejarah itu nedo kabur dan anak cucung Puyang Kedum pacakkeruan bahwa mereka keturunan pahlawan.

  20. fahmi Says:

    kalau nak ditulis harus ada bukti otentik karena sejarah harus disertai bukti2 seperti sejarah sindang merdike, sejarah itu didapat dari negeri belanda sendiri bukan asal dapat saja, sejarah sriwijaya pun harus benar2 melalui bukti jadi memang untuk menulis sejarah tidak main2 terima kasih

  21. Rizal Mukhtar Says:

    Adinda dan Anandaku Yang Tercinta.

    Kalu boleh saran, kito buka forum diskusi tentang Puyang Radjo Tiang Alam ini di Group email yang dibuat khusus untuk bahasan ini, dan tidak berpolemik di Web Puyang Koris ini. Dalam silsilah itu memang menampakan garis vertikal, tapi ( dugaan ) ada juga horizontalnya yang tak terekam.

    Sungguh saya sangat setuju dengan diskusi / polemik ini, mari kita kumpulkan dan berbagi segala catatan / cerita dan referensi tentang Sejarah yang ado di Lintang Empat Lawang. Selanjutnya, dari bahan itulah kito bangun KESEJARAHAN L4L.

    Ado juga hikmah dibalik semua diskusi baik ini, yaitu mengangkat Sejarah L4L melalui Puyang RTA. Atau bahkan kito selenggarakan suatu “Seminar” dan sejenisnyo untuk mengangkat kesejarahan L4L.

    Terimo kasih, dan Salam

  22. fahmi Says:

    ide baik soalnya memang harus dibahas jadi supaya jelas karena Raja tiang Alam ini sudah masuk dibuku sejarah walapun sangat berbeda mengenai asalnya terima kasih

  23. yolan Says:

    mantap es,,,,, cbo tontot agi sejarah nyo!!! mangko kmi keruan ,,,,,sippp

  24. benny bahcin Says:

    nama saya benny, & saya dilahirkan di desa gunung meraksa baru

    saya ada sedikit kumpulan silsila dari puyang kedum …
    mungkin bisa sedikit membantu menjadi infor masi

  25. arif Says:

    ternyata di lahat banyak terdapat keturunan puyang kedum mereka berasal dari dusun jati ternyata orang2 jati puyangnya berasal dari gunung merakso dan mereka mengetahui bahwa mereka berasal dari lintang dusun jati ini merupakan cikal bakal berdirinya kota lahat yang mana pendirinya merupakan keturunan jati dan juga keturunan puyang kedum. saya juga kurang paham keturunan puyang kedum yang mana yang mendirikan kota lahat tersebut

  26. fahmi Says:

    ternyata di lahat banyak terdapat keturunan puyang kedum mereka berasal dari dusun jati ternyata orang2 jati puyangnya berasal dari gunung merakso dan mereka mengetahui bahwa mereka berasal dari lintang dusun jati ini merupakan cikal bakal berdirinya kota lahat yang mana pendirinya merupakan keturunan jati dan juga keturunan puyang kedum. saya juga kurang paham keturunan puyang kedum yang mana yang mendirikan kota lahat tersebut

  27. arif Says:

    terima kasih atas tanggapannya saya sendiripun berasal dari muara danau kenapa saya beranggapan tiang alam itu dari muara pinang karena nama tiang alam sendiripun nama aslinya Raden pandji dari muara pinang tetapi untuk melihat kebenarannya perlu diteilit lagi

  28. arif Says:

    untuk bung zulhadi memang zaan dulu banyak nikah tetapi tiang alam ini tidak sezaman dengan pangeran halik atau pangeran majid kalau untuk muara danau itu kemungkinan diatas puyang kader mungkin antara pangeran Hanafiah dan Pangeran Ibrahim karena
    beliau ini hidup dari tahu 1800 kalau digunung merakso seumuran dengan pangeran aji.ini bisa mnejadi masukan juga terima kasih

  29. Herolint T A Azhary Says:

    ass, bung arif. jngn terlalu memaksakan nanti bung arif malu sendiri. jngn mengotak atik nashab orang menjadi petualang sejarah. silsilah bung arif sendiri saja tidak paham. cubo belajagh kudai ke dusun tuo tentang sejarah peranakan2 puyang kedum. bukan kmi nyombong. memang sejak puyang kedum tuo sampai saat ini nye banyak gagah, melawan, gerot ru peranakan puyang kedum galo. bung arif sendiri ngomong “ninek buyut jemo dsn tuo bini depati kader”. amen nak belajagh kmi tunjuk i osoran o?. di situ bae bung arif terlihat tidak jelas. maaf bukan kami menggurui. jangan asal2 merangkum sejarah. ini menyangkut jemo banyak. jemoni turun temurun ngeruani sejarah keluargo. bukan empai nak ngeruani sejarah. sejarah kami terpeliharo terangkum kurang lebih 500 thn sampai saat ini. sekarang ini pada generasi ke 14 dan 15 jak di kedum tuo. pak siun itu betunaan ke dsn nalo lamo yang gelar o radja tiang alam, dan dibantu jg oleh misan o hasanudin jolokan o pak hasan. pak hasan ini betunaan ke kernapo. klu jemo dusun tuo nyebut o pak siun pak hasan. bule di tanyo kan di dusun tuo… kalu nek mualim mugni, msh idup, cmn almarhum la ninggal. kalu skrng mang zairi mantan kades dsn tuo. atau bini nek mad iman dsn tuo. jadi jngn asal2 selaju-lajuan. keruan galo sejarah jemo lahat, pesema, pelembang dan sriwijaya. sejarah dewek bae msh kacau. kami terbuka untuk siapo pun… kami nedo perlu ngeruankan sejarah jemo lain. sejarah ninek puyang kami bae msh bnyk yg perlu di galih, selaku peranakan puyang kedum

  30. edisuparman Says:

    asslmkum, kepado sesepoh yth, akuni nedo nian krua ngan asal usul puyang kami ru, amon ado nyo kruan cobo osori dikit, nah akuni jemo selemAn tengah ,cuman jak di kecik o nedo perna nganeng jemo tuo nyeritokan jurai nyadi ,padahal aku ingen nian kruan ruu,terimokaseh banyak sebelummo,waslamualaikum, EDDIES SEMIDANG MERGO

  31. Zulkifli Says:

    Apakah puyang Kedum ini ada hubungannya dengan pangeran Khalik Muara Pinang ?, karena istri saya masih keturunanya yaitu anak dari A. Gofar Khalik (Alm)

  32. fahmi Says:

    maaf kita bercerita berdasarkan fakta bukan asal omong kalau saudara heroline tidak percaya kita baca bersama karena saya mempunyai dua buka yang ditulis mempunyai bukti sejarah sekali lagi kalau anda berminat

  33. fahmi Says:

    kalau sejarah kami di muara danau tahu sejarah karena kami akui puyang kami adalah dewa brahmana cakrawala yang anaknya menikah dengan sigentar alam dan beranak pinak di lintang, lahat dll maaf saya bukan tidak tahu sejarah tetapi sudah banyak sejarah yang saya baca bahkan di muara danau pun kami mempunyai silsilah yang lengkap dan ditulis keakuratannya sama dengan yang dilahat maupun yang dipagaralam. puyang kedum sangat berbeda beliau berasal dari arab bahkan kemungkinan arab yang bertemnpat tinggal di india yang kemudian berlabuh ke lintang sedangkan pangeran khalik itu keturunan dari puyang semidang dan berasal dari zaman sriwijaya jadi memang berbeda asal

  34. fahmi Says:

    ini keturuanan dari dewa brahmana cakrawala yang mempunyai anak salah satunya raden simbang gumay dewa bramana cakrawala ini mempunyai 9 anak yaitu puyang ratu selindal alam, puyang ratu marajao makso, puyang ratu rajo mudo, dan yang paling kecil puyang kamu puyang Ratu kebuyutan jadi bagaimana mungkin saya mengkaitkan dengan lahat pagaralam sedangkan keturunan kami menyebar keberbabagai daerah kalau anad masih kurang jelas saya punya bukunya kok apakah tulisan saya salah yang jelas apa mungkin pangeran jadi pagaralam itu salah tulis maaf kalau anda tidak percaya baca buku tentang pagaralam sindang merdike distu ditulis jelas serta bukti2 kaitan mellaui sejarah

  35. fahmi Says:

    siapa dewa brahmana cakrawala itu beliau lah salah satu bangsawan sriwijaya jadi maaf saudara herline tidak semua keuturnan puyang kedum itu memimpin asal tahu aja jendral hasan belando itu masih peranakan muara danau, dewi motik itu masih peranakan muara danau jadi jangan bilang daerah lah

  36. fahmi Says:

    ini sejarah puyang kami saya faham bung yang namanya sejarah
    Diwe Gumay beristrikan anak Ratu Bengkulu. Waktu tersebut hampir bersamaan dengan terjadinya perang antara Bengkulu dan Aceh.Menurut ceritanya, Diwe Gumaylah yang dipanggil oleh bakal istrinya untuk menyudahi perang tersebut. Sehingga membuat perang tersebut berakhir dengan istilah : Atjeh kalah-Bengkulu Silah.

    Dari pernikahan itu, Diwe Gumay mempunyai dua anak :
    Ratu Iskandar Alam
    Ratu Selibar Alam.

    ( Ratu Selibar Alam pergi ke Pagaruyung-Minangkabau dan keturunannya ada dipagaruyung )

    Ratu Iskandar Alam, berputra :
    Ratu Djemenang Sakti, berputra :
    Ratu Gandjaran, berputra :
    Ratu Menggale ( Semenggale ), berputra :
    Ratu Semenggali, berputra :
    Ratu Berdjunjang Sakti, berputra :
    Ratu Radje Kuase ( Meradje Mengkuse ), berputra :
    Ratu Radje Mude ( Ratu Kebuyutan ), yaitu Ratu terakhir.

    Ke sembilan Ratu ini disebut “ RATU SEMBILAN DJUNDJANG “ ( Gilir ). Dari keturunan yang kesembilan ini, Ratu Radje Mude ( Ratu Kebuyutan ) mempunyai dua orang anak.
    Raden Simbang Gumay ( Pangeran Sukemilung ) disebut juga Puyang Sukemilung
    Putri Renik Debung. Beliau menjadi istri Puyang Saing Nage didalam laut.

    Pangeran Sukemilung sendiri mempunyai 9 orang anak dari 2 istri. Anak-anak beliau ini disebut PUYANG SEMBILAN BERADEK. Nama anak-anak beliau adalah :
    Puyang Remandjang Sakti, napak BALAI BUNTAR-Lubuk sepang, Lahat.
    Puyang Intan permata Djagat,ngadekan ds.Prabu menang. Puntang Suku Merapi.
    Puyang Pandjang,di Panda Enim.
    Puyang Endang, di Lintang Kanan.
    Puyang Remindang, ditangga Rase ( Manna )
    Puyang Limpak, di Air Balui ( Musi Ulu )
    Puyang Limparan, di Lubuk – Kayu Are
    Puyang Untu, di Niru / Rambang Prabumulih
    Puyang Remuntu, di Tjinte Mandi ( Redjang Bengkulu )

    Dan keturunan selanjutnya sampai sekarang adalah anak cucu dari Puyang Remandjang Sakti. Kembali pada Kisah Puyang Si Pahit Lidah ( Pangeran Sukemilung ), beliau mempunyai nama dan gelar yang banyak. Masyarakat Palembang dan sekitarnya mengenal beliau dengan nama-nama- antara lain dibawah ini :
    Diwe Sekilung / Sukemilung : Nama Saat Sedang Musafir
    Diwe Serunting : Nama Asli
    Diwe Rakuan : Nama Saat Berperang
    Diwe Si Mata Ampat : Nama Keramat Bisa Melihat Dari Belakang
    Diwe Lenggang Pati : Nama Keramat Bisa Mendatangkan Ribuan Angin Berdengung
    Diwe Lian Pati : Nama Budi Pekerti Lemah Lembut Dan Shabar
    Diwe Malin Pati : Nama Kebesaran Pemimpin

    Menurut legenda Kesaktian beliau ada di lidahnya.Diantara berbagai macam keramatnya adalah beliau mempunyai Ucapan ( Kalimat Sakti ) yang bisa membuat apapun yang disumpahnya menjadi seperti yang di ucapkannya. Keluarga kami mengenal kalimat itu dengan nama “ UCAP GUMAI .“ Sejauh yang kami ketahui, ilmu ini menjadi semacam tradisi yang terus menyambung sampai ke anak cucu. Tanpa harus dipelajari pun, beberapa orang dikeluarga kami mempunyai kemampuan Ucap Gumai tersebut. Apalagi jika terdesak kedalam suatu persoalan yang membahayakan, terkadang tanpa sengaja keluar ucapan sumpah tersebut. Saking berbahayanya ilmu itu, para Tetua kami menyembunyikan ilmu itu rapat-rapat sampai sekarang. Yang masih menyimpannya kemungkinan besar hanyalah Para Jurai Kebale’an ( Tetua Adat suku Gumai, Keturunan dari Puyang Tuan Radje ).

    Yang menarik dari kisah ini adalah, kami mendapatkan sebuah SERAPAH / KALIMAT yang sumbernya disebutkan berasal dari Puyang Si Pahit Lidah. Kalimat ini di tulis oleh KH. Bahri bin Pandak, Tanjung Atap-Komering Ilir Palembang didalam kitabnya yang berjudul Aurodul Hakiim. Dan beliau menyebutkan, mendapatkan Kalimat ini dari Ujo’ Agus, Air Pedaro. Redaksi Kalimat itu begini :

  37. Cahaya Says:

    maaf kalau boleh bertanya karena saya pengen tahu tentang Poyang Pasak Rora, Raden Lantang, serta Siti Jeneng

  38. effendidjauhari Says:

    saya termasuk awam dlm cerita kepuyangan, namun saya percaya terhadap cerita leluhur tersebut. Saya sendiri berasal dari dusun pulau panggung kec. Kisam tinggi OKU Selatan saya mendapat cerita dari orang dari orang tua, kalau mau ziaroh tempatnya di tapak puyang tangjung haye pinggir tebat di dusun pulau panggung, masih adakah keterhubungannya dengan tanah besmah. Bila ada yg dapat memberikan penjelasan saya mohon bantuan onformasinya. Terimakasih atas kebersediaannya.

  39. benni bahcin Says:

    kalo boleh tau adminyo ini siapo oii .. numpang kenal .. manko lemak betanyo

  40. ARYALINGGA Says:

    NGAPE MANDAK… KITE TERUSKAH,,, AKU KENALKAN.. KAMI JURAY PUYANG RADEN MAS JAJUAN DARI KELUARGA AGUNG SIPAGIT LIDAH “MALIMTAU: DI HULU KINAL…
    MAU NANNYA..?
    APA HUBUNGAN SIPAHIT LIDAH ATAU SUKE MILUNG ATAU DIWE SEMIDANG DENGAN “PUYANG KEDUM” ..? TOLONG JAWAB

  41. ARYALINGGA Says:

    SEPENGETAHUANKU.. SIPAHIT LIDAH ITU ADALAH ARYADILLAH YANG MEMERINTAH PALEMBANG.. DAN BANYAK MERESMIKAN BANGUNAN IBADAH DAN SOSIAL BERNAMA LANGGAR, YANG MIHRAB SHOLATNYA SEKARANG INI BANYAK DIJAGA UNTUK TEMPAT BERDOA, YANG DIKENAL DENGAN NAMA “TAPAK SERUNTING”.

  42. revolis cicid ibrahim Says:

    adokan seminar di empat lawang tula agi ….ngapo jemo keruan galo kalu kito ni se gumpon…ngapo nedo rebot gara2 milih rajo laju saling bunoh kelo ru…..

  43. idward lufti Says:

    kalu bole tau ado dak hubunganyo puyang mekedum dan puyang rajo api dan puyang petelak yg ado di lahat tengah silsilah ini dari umak dan puyang diwe gumai dari ubak ku..salam persaudaraan wassalam

  44. D'che Arieyies Shandy Says:

    sanan aku ndk betanyo!
    ado yg keruan nedo sapo namo Pangeran dr dusun Lubuk Puding yg umah pangeran t masih ado sampai kini!
    dan masuk dr keturunan puyang mano pulo itu,,,
    tolong jawab !
    aku ndak keruan Sejarah o bae,,,
    karno aku masih buto nian dengan sejarah L4L….
    \

  45. jeme semende Says:

    alanglah senang melihat para dulur bekumpul serasan sekundang seganti setungguan kite adelah satu walau banyak kite adalah satu itulah menjadi cikal bakal sriwijaye mari kite besatu seluruh suku di sumatra selatan khususnye suku suku penegak sriwijaya alangkah baik jike kite teliti peningalan puyang kedum seperti stempel lalu ikat kepala dll agar suku suku lain tau keberadaan kita dan asal muasal sriwijaya aku berharap nian dengan segale dulur ruguk kampuh sedakdenye kite besatu ngumpulkah bukti2 sejarah kandik ngungkap asal usul sriwijaya dan raje rajenye baik dari kaghas maupun peninggalan2 lainye salam hormatku kisah di jeme semende di tanah lampung

  46. RadityaNugraha.salaka Says:

    ass.wr.wb..tak ada kata yg lbih pantas untuk menghormati sejarah orang2 tua,selain dari kata “amanah wa sholiha”.maka simpan lah catatan2 ini siapa tau 100tahun yg akan datang,anak cucu nya memerlukan sebuah bukti yg otentik. wslm

  47. nata Says:

    permisi dan minta maaf buat admin

    sapo2 keturunan dibawah ini yg ado dalam grop ini, kalu ado yg kurang minta maaf nian dan tolong dibenaghi…..
    terimo kasih

    KETURUNAN PUYANG lanang KAMADROHIM DAN tino SARINGEN

    MAT JUNET
    A. ABBAS

    A.1 ABBAS
    A.1.1. YAHYA
    A.1.1.1. NIS
    A.1.1.2. YATI
    A.1.1.3. MULI
    A.1.1.4. ZAHIR
    A.1.1.5. NING

    B. ZUWAWI
    B.1………………..
    B.1.1……………..

    SAHUYA
    A.HABIBAH
    B. MAHUYA
    C. BIYA
    D. HASYIM
    E. ZAHRO
    F. KHOLIL
    G. DAHLAN
    H. MAN

    SOED
    A.NASRUN
    B. HALIMAH
    C. HASANAH
    D. MUNZIR
    E. IYUT

    NURHIMA
    A.KHODIJAH

    ABD ROZIK
    A.SUHAIMI LINTANG/FATMAH di lahat
    A.1.ITA
    A.2.IWAN
    A.3.ENGGI
    A.4.MUSLIM
    A.5.SUSI
    A.6.IIS
    B. HABIMA
    B.1………………
    B.2………………

    MAHUNA
    A.1. ABD HASAN di bengkulu
    A.1.1. YUDI
    A.1.2. ………..
    A.1.3. ………..

    A.2. ABD HUSIN di bengkulu
    A.2.1. SUS/BUDIMAN
    A.2.2. ENI/YANTO
    A.2.3. UJANG
    A.2.4. NING

    A.3. HOL di lintang
    A.3.1. FERI
    A.3.2. NUSI
    A.3.3. SIMI
    A.3.4. RIKA
    A.3.5. DAYA
    A.3.5. AZIZAH
    A.3.6. ZAMZAMI

    A.4. HOPIYAH
    A.5. HADIS

    MATUSIN/WAHAYA(ALMARHUM)
    A.MUSTOFA

    B.DAWI(PALEMBANG)

    B.1.ANA (MALAYSIA)
    B.2.AGUS SURYADINATA/NATA(BOGOR)
    B.3.RUSLAN RIZALI (BATU RAJA)
    B.4.HENDRA BAKTI (GUMERBA)
    B,5.SAIPUL MARWAN/IPUL (BOGOR)
    B.6.MIFTAHUR RAHMAN/MAMAN (BOGOR)
    B.7.NENI SURYANI/NENI (BOGOR)

    C.INUNG
    C.1.PIPIN
    C.2.
    C.3…………..

    D.ALRAHIM/EM
    D.1………………..
    D.2……………….
    D.3……………..
    D.4……………..

    E.BASRI
    E.1YULI
    E.2…………………….
    E.3…………………….

    ZAINUL ANURI
    A.MUHAMMAD ZEN/FATEMAH (almarhum galo)

    A.1.NURBAITI/RUSDI di lampung

    A.2.FATULLAH BUJANG/SUMARNI di lampung
    A.2.1.FAHRULLAH
    A.2.2.LEFI
    A.2.3.HARIS SUSANTO
    A.2.4.SARTIAH
    A.2.5.SURYANA
    A.2.6.DESI

    A.3.LASMINI/HERIYANTO di lampung
    A.3.1.RIYAN
    A.3.2.WANDA
    A.3.3.FERDI

    A.4.NURAINI/RUDI
    A.4.1.RESMI
    A.4.2.DWI
    A.4.2.KA’U

    A.5.SUSILAWATI/A.MANCIK
    A.5.1.ANGGI
    A.5.2.GITA

    B.NAZORI/MARYAM (almarhum galo)

    B.1.DARWIN WARISI dilampung
    B.1.1.PRATAMA
    B.1.2.MOMON

    B.2.ELITA SURIANAH/LUKMAN HAKIM di palembang
    B.2.1.AGIL KURNIAWAN

    B.3.NUKTOH ALFIKRI/ADRIATI NATOS di manado
    B.3.1.RIRIN

    B.4.HIJJAH MARLINA/SAFARUDDIN di palembang
    B.4.1.WANDA ARIFIN
    B.4.2.RIZKI SAFITRI
    B.4.3.INTAN
    B.4.4.PANJI
    B.4.5.ALIYA

    B.5.ABDULLAH JUNI/EMAWATI di lampung
    B.5.PUPUT

    B.6.TRI KARTINI/ROHMAN di palembang
    B.6.1.WINDA MULYA FITRI

    B.7.FERI OKTABERLIAN/SUTINAH di lampung bukit kemuning
    B.7.1.RIZKI
    B.7.2.INDAH
    B.7.3.INDAH2

    B.8.EDI ALFIAN/RENTY ZUMROATI di pekanbaru
    B.8.1.ALFIAHATI ADYA SAVANA RILJANNAH

    B.9.NIRWANAH/SUNARTO di palembang

    B.10.ILHAM/SEPTI WIWIT di palembang/kayu agung
    B.10.1.KEIKO
    B.10.2.AIKO
    B.10.3.AZUKO

    C. SITI MAHROYA/CIKMAT
    C.1.RAHMAN YUSEN (CEN)/ANA/MAYSAROH
    C.1.1.ZAINAL ABIDIN/SENI
    C.1.1.1.NUR
    C.1.2.WANTO
    C.2.1.ECI
    C.2.2.LILIS
    C.2.3.OKTA

    C.2.ESY/SU’UD
    C.2.1.HERA
    C.2.2.SUDAR
    C.2.3.YESSY

    C.3.KOMAR/EMI
    C.3.1.ROBIN
    C.3.2.LINDA
    C.4.NINGCIK SUMARNI/ABDULLAH
    C.4.1.RIO
    C.4.2.ALEX
    C.4.3.SHINTA

    C.5.INRAWATI/HARDI
    C.5.1.DESTI
    C.5.2.CINDY

    D. ASLI/NURBAITI
    D.1.SAIFUL/HASNAWATI/NURHIDAYATI
    D.1.1.ANGGI
    D.1.2.ERLIN
    D.1.3.LEXI
    D.2.1.AGUSTIN

    D.2.SITI AISYAH/MUHAMMAD KHOLIL
    D.2.1.BELLA ARISTANTIA
    D.2.2.CITRA
    D.2.3.CENDENI

    D.3.NURAINI/MAT KASAN
    D.3.1.SYAHPUTRA
    D.3.2.DWI KARTIKA

    D.4.HALIMAH

    D.5.JUBAIDAH/KUSNADI
    D.5.1.BINTANG PRATAMA

  48. hengki Says:

    assalamualaikum gegale.
    aku ni jeme lahat.
    aku nak tau sejarah puyang lahat.ditunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: